Ratu Vienny Fitrilya

A hard worker who is striving to reach her dreams. ☆

#1MovieForYou

 

Hai yang di sana,

 

Belakangan ini aku  lagi suka sekali nonton film. Mungkin kalian taunya dulu aku suka nonton drama (Korea, Jepang, dan Thailand. Mostly K-Drama sih hahaha). Tapi berhubung belakangan lagi gak ada yang seru setelah Reply 1988 (ini ha rus non ton ba ng et). Jadi aku mulai suka hunting DVD dan menyempatkan diri buat nonton film di Bioskop.

Sebenarnya ada tiga film yang aku suka banget di awal tahun ini. Yang pertama adalah Zootopia. Karena aku memang suka banget dengan animasi. Seperti biasa Disney memang tidak pernah mengecewakan.

Yang kedua adalah Room. Ini film dari tahun 2015. Tapi sepertinya gak masuk Indonesia ya? Iya gak sih? karena belakangan aku suka browsing tentang film-film dan rating untuk film ini bagus aku sendiri jadi penasaran. Dan ternyata memang bagus! Aku suka banget sama akting Jacob Tremblay di sini!

Dan yang terakhir gara-gara baru nonton Oscar penasaran banget dengan film Spotlight, Carol, dan The Danish Girl. Dan akhirnya aku menyempatkan diri untuk nonton Spotlight! Karena dua film lainnya gak masuk ke Indonesia bingung juga deh mau nonton di mana…

 

Dan inilah #1MovieForYou untuk kalian. Besok kan weekend siapa tahu bisa jadi untuk menghabiskan waktu libur kalian…

spotlight-poster

 

Okay sebelumnya aku mau mengingatkan tulisan ini cuma rekomendasi film aja buat kalian. Dari aku yang menikmatinya semoga kalian juga bisa merasakan hal yang aku rasakan saat menonton ini. Bukan mau ngereview apalagi mengkritik. Dan kalo kalian yang udah nonton film ini bisa di sharing juga pendapatnya di kolom komentar. Intinya sebelum filmnya ditarik dari bioskop, aku sih menyarankan untuk cepat ditonton hahaha.

Entah kenapa aku itu suka banget ketiduran di Bioskop. Nggatau deh kenapa, apa karena dingin & gelap jadi serasa lagi di kamar kali ya. And it’s actually pretty impressive fact that i did’nt fall asleep during the movie. Oh iya film ini juga based on true story lho,

Apalagi di film yang penuh dengan dialog. Dulu aku ketiduran waktu nonton The Big Short dan akhirnya harus nonton ulang di rumah karena pas keluar bioskop sama sekali gak ngerti aku tuh nonton apa sih barusan hahaha.

Walaupun di bagian awal film mataku sempat kriyep-kriyep karena belum ngeh sama apa yang diomongin. Tapi lama-lama bisa catch up juga sama topic dan nama-nama yang disebutkan.

Filmnya bercerita tentang salah satu divisi The Boston Globe, bernama Spotlight dan bagaimana mereka menginvestigasi isu besar yang terjadi di Boston sekitar tahun 2001-2002.

Yang aku paling suka dari film ini itu ceritanya intens banget dan setiap pemerannya terasa asli. Mungkin memang karena ini diangkat dari cerita asli kali ya. Ada satu adegan di mana Mark Rufallo (Mike) marah-marah ke Michael Keaton (Robby) dengan dialog yang cukup panjang dan sepanjang dialog itu aku benar-benar tahan nafas saking intensnya. Bahkan backsoundnya sesaat hilang gitu jadi cuma ada suara si Mike ini.

They knew and they let it happen! It could’ve been you, it could’ve been me, it could’ve been any of us.”

Cukup aku gak akan kasih spoiler lagi, karena pasti pada gak suka kan dikasih spoiler banyak-banyak? hihi. Ini benar-benar film yang aku suka dari awal sampai akhir. Walaupun di awal butuh sedikit waktu untuk mengerti karena mungkin ini kali pertama aku nonton film yang benar-benar melibatkan banyaaaak sekali nama.

Beneran banyak, asli deh.

Di akhir aku kayak, “oh that’s why they won the oscar”.

Semoga tulisan dari aku ini sedikit membantu kalian yang lagi bingung mau nonton apa atau mau ngapain di akhir pekan. Satu lagi! film ini cuma ada di Bioskop tertentu aja, gak masuk ke Bioskop konvensional Indonesia. Jadi, jangan bingung dan protes dulu ya kalo gak nemu filmnya. Inget-inget di sini ada Bioskop apa aja yaa… hayo…

I wish you a happy Friday!

Your one and only,

Viny.

23-27

Hai, selamat malam.

 

Gak kerasa sudah jam segini aja ya? seharian tadi aku istirahat walau sampe sekarang rasanya masih ngantuk aja. hahaha. Sebelumnya aku peringatkan post ini akan menjadi sangaaaat panjang.

 

Sudah siap?

 

Menjalani minggu pertamaku sebagai gadis 20 tahun yang ternyata cukup menyenangkan. Tadinya mau cerita juga soal ulang tahun kemarin tapi dari tadi coba ingat-ingat tapi kayaknya otaknya masih belum bisa memproses memori seperti biasa. Kebanyakan tidur nih kayaknya.

Yang jelas aku bersyukur bisa melalui 20 tahun kemarin bersama orang-orang yang aku sayang. Keluarga, teman-teman, dan kalian. Jujur mungkin ini ulang tahun yang paling tidak aku tunggu-tunggu. Seperti bukan waktunya lagi merayakan pertambahan umur dengan meriah. Memikirkan akan memasuki usia kepala dua saja sudah membuatku cukup takut. Kedepannya mau bagaimana, jadi apa, mimpi-mimpi apa yang sebenarnya mau aku capai. Ampun deh sekalinya nulis ini aku jadi kepikiran lagiiii! tolong!

But now, i think i’m ready to saying goodbye to my teen years. Tapi setelah dipikir memang hal-hal seperti itu yang seharusnya aku pikirkan sekarang. Dan bisa merayakan pergantian dekade dalam hidupku tahun ini dengan sederhana membuatku sangat bahagia. Bahagia akhirnya ketakutanku menuju umur 20 ternyata bisa benar-benar terlampaui. Walau sekarang harus membiasakan dipanggil “bu” atau “mba” sama mas-mba di restoran.

Dan event kemarin adalah event yang sangat-sangat aku tunggu di tahun ini!

JKT48 Request Hour 2016!

Ini adalah salah satu main event di AKB48 yang sudah berlangsung beberapa kali. Dan ini kali pertama buat kami member JKT48. Walaupun belum sampai 4 hari konser seperti senior kami di Jepang sana membawakan top 100. Tapi ini event yang aku dan member lain tunggu-tunggu dan penasaran akan seperti apa jadinya.

Kami mulai latihan beberapa bulan lalu. Mengingat-ngingat lagi lagu yang apa saja yang dulu pernah kami bawakan. Dan karena itu aku harus menonton ulang video-video aku dari tiga tahun yang lalu (?) sampai sekarang. Gak nyangka juga memang sudah banyak sekali perubahan yaa… tapi masih as cute as ever ya gak? hahaha bercanda-bercanda jangan langsung merengut gitu dong bacanya.

Awalnya aku mikir “eh gimana kita latihannya kalau gak tahu setlist dsb”. Ternyata terjawab sudah. 2 hari sebelum event berlangsung kami sudah tahu kami akan tampil di lagu apa saja walau saat itu belum tahu urutan keberapa. Dari total 30 lagu yang dibawakan aku muncul di 9 lagu. Syukurlah.

Hari-H pun tiba. Kami disuruh kumpul di venue pukul 7 pagi. Padahal eventnya baru mulai jam 7 malam lho! hahaha aku sudah tahu hari itu akan menjadi hari yang panjang. Tapi memikirkan bagaimana event ini akan berlangsung… I’m fully excited!

Kami seharusnya GR pukul 9 pagi, eh, panggunya masih dalam kondisi 75% ready. Jadi GR harus ditunda sebentar lagi. Akhirnya waktu kosong itu digunakan untuk melatih beberapa lagu yang masih kurang aman dan lagu yang akan tampil di tengah-tengah penonton.

Oh iya 2 hari itu kita latihan di Theater jadi pas sampai venue kita kaget karena kondisinya beda banget… tapi untunglah gak serumit konser-konser biasanya. Jadi persiapan sebenarnya berjalan sangat lancar.

Disela-sela waktu kosong itu aku sama anak-anak Tim KIII tidur dong di ruang ganti hahaha… untung ruang gantinya berkarpet walaupun ACnya dingin banget. Aku sendiri kebangun beberapa kali karena kedinginan cuma terlalu mager alias males gerak kalau harus ambil jaket di ruangan sebelah. (Iya emang aku pemalas hahaha)

Akhirnya GR dimulai pukul 12.10. Sebenarnya GRnya tidak secapek show atau konser biasanya sih. Tapi kami kaget saat tahu GR berlangsung sudah hampir 4 jam dan kami baru masuk urutan lagu ke 13! lama banget!

Mungkin dari event kemarin banyak yang mikir jeda MC-nya banyak sekali. Aku juga setuju. 1 lagu-MC-1 lagu-MC. Cuma mau bagaimana lagi ternyata memang jumlah member JKT48 belum sebanyak itu ya! hahaha jadi kebayang kalau member AKB48 seperti apa.

Karena aku sendiri harus lari-larian disetiap jeda pergantian lagu. Jadi MC itu ada agar aku bisa ganti kostum lagu berikutnya. And let me tell you. Itu super-super hectic banget aduh. Apalagi ada lagu-lagu dimana aku harus ganti kostum cuma dikasih jarak 1 lagu yang notabene cuma berdurasi 2 menit! kebayang gak? Untung aja lari aku gak payah-payah banget.

Dan adegan lari-larian dan teriakan itu emang hal yang umum banget ditiap konser kami. Cuma di Request Hour ini benar-benar deh 10x lipat dibandingkan konser biasanya. Makanya itu aku hari ini seharian tidur. Kebanyakan lari sih!

Emang capek sih tapi kemarin itu benar-benar menyenangkan. Saat duduk di belakang nonton teman-teman yang lain nyanyi dan nari aku bisa merasakan jadi kalian juga! apalagi ada lagu-lagu kesukaan aku yang masuk. Arah Sang Cinta dan Balasannya dan Suki! Suki! Skip! dari Tim T (kalau ada yang lihat aku teriak-teriak dan joget sendiri di belakang hahaha). Top 5 juga lagu kesukaan aku semua.

Dan di akhir acara seperti biasa ada pengumuman. JKT48 akhirnya mau punya album kedua setelah sekian banya single yang sudah dikeluarkan setelah album pertama kami Heavy Rotation. Lalu audisi generasi 5, special setlist, sousenkyo 2016, dan pengumuman graduate dari Haruka-san.

Saat Haruka-san maju dan berkata ingin bicara saat itu. Aku berpikir “mungkinkah?”. Haruka-san selama ini adalah sosok idola yang sangat aku hormati, walau kadang aku merasa Haruka orang yang sangat lucu karena dia bisa kekanak-kanakan dan dewasa disaat yang bersamaan. Dulu aku gak begitu kenal Haruka, jadi aku cuma lebih sering lihat Haruka sifat haruka yang kayak anak kecil. Sampai kadang aku bingung sendiri, padahalkan dia lebih tua dari aku?

Semenjak Haruka jadi kapten Tim T aku mulai lihat sisi dewasanya Haruka. Dia bisa membawa Tim-nya dengan sangat baik dan hebat. Aku kagum sekali dengan dia saat itu! Dan aku juga dapat kesempatan buat bisa pergi ke Jepang bareng Haruka untuk syuting acara The Ichiban. Semakin mengenal dia aku semakin tahu bahwa dia itu walaupun terlihat lucu adalah sosok yang sangat dewasa dan profesional.

Kemarin Haruka bilang dia akan keluar JKT48 dan AKB48 juga. Awalnya aku menahan tangis karena  tahu semua member pasti akan memiliki ujung cerita seperti itu. Dan memang mungkin Haruka ingin mengejar mimpinya di luar JKT48 dan AKB48. Tapi saat itu aku lihat anak-anak Tim T menangis, aku jadi ikut sedih. Mengingat mulai tahun depan aku gak akan bisa melihat sosok lucu Haruka lagi.

Haruka bilang dia ingin keliling dunia. Sama seperti impian yang aku punya! dan aku bangga melihat Haruka diumur semuda itu sudah bisa menggapai mimpinya. Walaupun tinggal hitungan bulan tapi ilmu dan pelajaran dari Haruka pasti akan sangat membekas di JKT48. Aku pikir sosoknya akan selalu ada untuk kami walau nanti wajahnya sudah tidak menghiasi dinding theater lagi.

 

4930

Menutup hari kemarin dengan senyuman dan harapan.

Aku tahu, tahun ini harus bekerja sangat keras! Terdengar sangat klise tapi memang ini yang ingin aku katakan. Mohon bantuannya ya!

 

 

Your one and only,

 

Viny.

Kita.

Sudah cukup lama setelah post terakhir aku di sini… dan cukup dipersulit untuk nulis ini karena daritadi Cika bolak balik nginjek keyboard laptopnya huhuhu.

 

Ada yang menunggu, ada juga yang tidak. Jadi untuk yang menyempatkan waktunya membaca post ini. Aku ingatkan ini akan jadi sangat tidak jelas. Tidak tersirat namun tersurat. hahaha.

 

Mari kita mulai…

 

Tadi pagi pas kebangun aku langsung buru-buru nyalain laptop karena mau lanjutin film yang aku tonton semalam tapi gak habis gara-gara matanya keburu sepet. Aku lagi nonton Me, Earl, and the Dying Girl.  Baru sampai setengah sih. Ada aja alesan aku pause. Ya browsing tentang inilah, itulah.

 

Tiba-tiba aja aku jadi ingin nyelem youtube dan nemu penyanyi yang tadi aku share di twitter lagunya. Tommy Fleming. Dan aku jadi suka sama lagunya yang Hard Times. Silahkan bertepuk tangan karena seperti yang diharapkan post ini akan berujung curcol alias curhat colongan hahaha.

 

Well, i just found out recently. Saat kamu melalui hal-hal yang berat… kamu akan menemukan sekumpulan orang yang ternyata benar-benar peduli tentang kamu. Benar-benar peduli dan tulus membantu kamu melewati semuanya. Bukan karena mereka merasa harus tapi karena tidak ingin melihat kamu sendirian merasa sulit. Mereka yang berpura-pura peduli, mereka yang beneran gak peduli, atau yang terakhir mereka yang hanya akan menertawakan kamu.

Aku termasuk orang yang percaya bahwa semua orang punya hati (dan memang semua punya hati) dan perasaan (kalo yang ini gak tau ya hahaha). Dan aku percaya kalau manusia itu memang rumit tapi pasti selalu punya sisi baik… terlalu naif memang.

Kadang harapan akan kebaikan seseorang benar-benar menuntunmu pada ruang kosong. Akupun juga manusia seperti itu. Jadi aku berusaha sebisa mungkin… untuk tidak membenci sosok seperti itu. Karena… mungkin bagi seseorang di luar sana… aku pernah jadi sosok itu. Karena kita adalah sosok yang sama.

 

There’s nothing you can do…

Just let them be…

Bersyukurlah. Tandanya Tuhan sedang menunjukan padamu. Sosok mereka di balik topeng itu.

 

Dan pada akhirnya semua akan kembali pada Tuhan, keluarga, dan diri kamu sendiri.

 

 

Majikannya Cika,

 

Viny.

Baru.

Akhirnya badan ini tergerak untuk melangkahkan kakinya setelah seharian bermalas-malasan di ranjang. Setelah malam pergantian tahun yang cukup spektakuler belum lagi perjalanan macet sepulangnya aku yang membuatku baru bisa terlelap pukul 4 dini hari. Sepertinya tidur seharian adalah tindakan yang dibenarkan.

 

Hari ini resmi sudah aku meninggalkan tahun terakhirku sebagai seorang remaja belasan tahun. Tidak ada lagi rengekan, pembenaran, dengan dalih aku masih “anak-anak”. Karena dalam hitungan bulan aku akan resmi memasuki tahun ke 20 dalam hidupku.

 

Menoleh sedikit ke belakang, 2015 telah menjadi tahun yang sangat luar biasa buatku. Mungkin akan jadi satu dari sekian banyak tahun yang tak akan aku lupakan dalam hidup. Tahun ini sepertinya Tuhan memberikanku banyak sekali pelajaran yang aku butuhkan sebelum aku memasuki pintu dunia itu sendirian.

 

Pertemuan.

Tahun ini aku bertemu dengan banyak hal. Tidak hanya dengan hal baru namun hal yang lama juga. Mulai dari punya keberanian untuk mengajak teman-teman lama kumpul. Bertemu dengan bapak-ibu guru yang syukurlah belum lupa kepadaku. Menginjakan kembali kaki ke sekolah yang sudah lama tidak aku kunjungi. Memasuki kelas yang harus aku ulang bersama adik-adik junior. Tahun ini mempertemukanku dengan banyak orang hebat yang telah memberikanku banyak pelajaran dalam setiap pertemuannya.

Aku juga bertemu dengan teman kecilku, Poci, untuk pertama kalinya.

Dan yang paling aku syukuri pula aku menemukan sisi-sisi lain diriku yang tidak pernah aku sadari sebelumnya. Aku belajar untuk bersikap lebih berani, lebih lepas, dan sadar 100% bahwa tidak ada yang salah dengan hal itu.

 

Well, setiap ada pertemuan juga akan dihadapkan dengan perpisahan. Itu adalah hal hakiki yang seharusnya aku selalu sadari. Tapi aku tak pernah menyangka setahun kebelakang menghadapkanku dengan banyak sekali perpisahan.

 

Membuatku sadar akan satu hal. Yang selalu ada, gak akan selalu ada.

 

Awal tahun salah satu sahabatku semenjak bangku Sekolah Menengah Pertama mengabarkan akan pindah keluar kota. Yang berarti aku akan jarang sekali bertemu dengan dia. Yah, walaupun cukup sedih tapi setidaknya aku bersyukur dia masih ada di tempat yang bisa aku jangkau. Dan dia sedang mengejar cita-citanya. Apasih yang bisa aku lakukan selain mendukungnya dengan sepenuh hati?

Tuhan juga mengingatkanku akan waktu dan kematian melalui guru dan temanku. Aku sama sekali tidak menyangka temanku bisa mengidap penyakit seberat itu. Dia masih muda sekali. Ada sedikit rasa penyesalan dalam dadaku mengingat mereka. Aku yang dahulu tak pernah meluangkan waktu untuk bertemu dengan mereka saat mereka sehat akhirnya harus kehilangan mereka…

Dan dengan berat hati tahun ini ditutup dengan kepergian teman kecilku. Pertemuan yang singkat. Sangat singkat malah. Keberadaannya membuatku sangat senang memiliki teman bercerita saat aku senang maupun sedih. Walaupun dia tidak bisa membalas perkataanku tapi aku tahu pasti dia tidak akan menghianatiku. Sayangnya, dia pergi lebih cepat dari pada yang aku kira. Saat aku mulai bisa melawan ketakutanku. Saat aku mulai berani memberikan tanganku. Saat aku mulai hafal bagaimana cakar mungilnya saat menyentuhku. Hewan peliharaan pertamaku. Walau terasa amat berat, sedih, dan kecewa. Kadang aku bertanya buat apa dia datang ketika harus pergi dengan waktu sesingkat itu?

 

Tapi begitulah hidup. Aku tidak bisa menyalahkan siapapun. Hanya mungkin Tuhan ingin mengajarkanku agar aku menjadi gadis yang lebih kuat.

 

Ingin sekali rasanya berterima kasih pada orang-orang yang sudah ada dan mewarnai hidupku tak hanya satu tahun kebelakang tapi semuanya jika aku bisa. Setiap dari mereka memberikan aku satu pelajaran. Baik atau buruk. Jahat atau tidak. Keberadaanmu, mereka, dan kalian membuat aku menjadi aku yang sekarang.

 

Di hari pertama tahun 2016 aku juga ingin belajar sesuatu yaitu memaafkan. Karena sebegitu pentingnya keberadaan seseorang dalam hidup kita. Aku tidak akan siap jika harus kehilangan dalam situasi yang akan mempertemukanku dengan penyesalan.

Aku belajar, bahwa tidak semua orang akan berbuat baik pada kita. Sebaik apapun mungkin prilaku kita terhadap mereka. Setiap orang memiliki mata mereka masing-masing untuk melihat dunia. Dan alasan-alasan yang mungkin tidak pernah kita ketahui. Akupun juga sama di mata kalian. Kalian juga sama dimataku.

Walau mungkin akan ada banyak orang yang tetap bersikap tidak baik padaku. Aku tetap ingin bersikap baik pada mereka. Bukan untuk mereka. Tapi untuk kebaikan aku sendiri.

 

Apakah aku sudah siap memasuki tahun yang baru ini?

Semoga saja.

 

Selamat tahun baru semua!

 

Gadis yang sedang rindu martabak,

Viny.